Beranda Kalsel Kab Balangan Univsm Jadi Motor Program 1.000 Sarjana di Balangan, Dorong Pendidikan Inklusif hingga...

Univsm Jadi Motor Program 1.000 Sarjana di Balangan, Dorong Pendidikan Inklusif hingga Pelosok 3T

52
0
Rektor Univsm, Abdul Hamid, saat menjalani wawancara bersama tim Kompas TV di lingkungan kampus Univsm, Paringin, Kamis (26/3/2026), terkait dukungan terhadap program 1.000 sarjana Pemerintah Kabupaten Balangan. Sumber Foto: Humas Univsm.

CakrawalaiNews.com, PARINGIN – Universitas Sapta Mandiri (Univsm) kian menegaskan perannya sebagai penggerak utama, dalam mendukung program 1.000 sarjana milik Pemerintah Kabupaten Balangan, dengan fokus pada perluasan akses pendidikan tinggi yang inklusif dan merata hingga ke kelompok masyarakat rentan.

Komitmen tersebut disampaikan pihak Universitas setempat, saat peliputan oleh Kompas TV di lingkungan kampus Univsm, di rangkaian Hari Jadi Kabupaten Balangan ke-23, Kamis (26/3/2026).

Rektor Univsm, Abdul Hamid, menegaskan bahwa program 1.000 sarjana merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.

Dalam pelaksanaannya, Univsm hadir sebagai mitra kunci yang tidak hanya menjalankan program, tetapi juga memastikan manfaatnya dirasakan secara luas.

“Ini bukan sekadar program beasiswa, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas SDM Balangan, dan Univsm berada di garis depan untuk mewujudkannya,” tegasnya.

Sebagai satu-satunya universitas yang berdiri di Kabupaten Balangan sekaligus di kawasan Banua Enam, Univsm memiliki posisi vital dalam membuka akses pendidikan tinggi tanpa harus keluar daerah, khususnya bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi dan geografis.

Baca Juga:  Tokoh Agama dan Adat HSU Bersatu: Lawan Hoaks, Jaga Stabilitas, Kawal Program Pro-Rakyat

Lebih dari itu, pendekatan yang diusung tidak berhenti pada angka penerima beasiswa. Univsm secara konsisten mengedepankan prinsip inklusi pendidikan dengan menjangkau perempuan, masyarakat adat, serta warga di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Fakta di lapangan menunjukkan, sekitar 20 persen mahasiswa Univsm berasal dari komunitas adat dan wilayah 3T, sebuah capaian yang mencerminkan komitmen nyata terhadap pemerataan pendidikan.

Implementasi inklusi tersebut dijalankan secara terintegrasi di seluruh fakultas, mulai dari Kesehatan, Sains dan Teknik, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, hingga Sosial Humaniora. Setiap lini akademik diarahkan untuk menjadi ruang terbuka yang adil bagi seluruh kalangan.

“Kami ingin memastikan tidak ada yang tertinggal. Program ini harus menghadirkan kesempatan setara bagi semua, bukan hanya mengejar target jumlah sarjana,” tambah Abdul Hamid.

Momentum Hari Jadi Kabupaten Balangan pun dimaknai sebagai penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Univsm menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis dalam mencetak generasi unggul melalui pendidikan tinggi yang inklusif, merata, dan berkualitas.

Editor: Sry