Beranda Kalsel Kab Hulu Sungai Utara Tokoh Agama dan Adat HSU Bersatu: Lawan Hoaks, Jaga Stabilitas, Kawal Program...

Tokoh Agama dan Adat HSU Bersatu: Lawan Hoaks, Jaga Stabilitas, Kawal Program Pro-Rakyat

41
0
Seruan - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten HSU KH. Muhammad Said Masrawan, Lc (Kiri), bersama tokoh adat Laung Kuning Banjar DPC HSU Kamaruddin (Kanan), menyerukan pentingnya menjaga persatuan, menangkal hoaks, serta mendukung program pemerintah demi stabilitas dan kesejahteraan masyarakat, Jumat (27/3/2026). Sumber Foto dan Grafis ilustrasi Cakrawala iNews/Ai.

CakrawalaiNews.com, AMUNTAI – Di tengah derasnya arus informasi yang kerap memicu kegaduhan, tokoh agama dan adat di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) tampil satu suara untuk menjaga stabilitas daerah, memperkuat persatuan, serta mengawal program-program pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, Jumat (27/3/2026).

Kepada Cakrawala iNews, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) HSU, KH. Muhammad Said Masrawan, menegaskan bahwa kondisi daerah saat ini tetap aman dan kondusif.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam pusaran informasi menyesatkan yang berpotensi memecah belah bangsa.

“Jangan mudah percaya pada isu yang belum jelas kebenarannya, apalagi narasi yang menyebut Indonesia akan keos, kacau dan sebagainya. Itu bisa memicu keresahan,” tegasnya.

Baca Juga:  Musrenbang RKPD 2027 HSU: Infrastruktur hingga Ekonomi Desa Jadi Prioritas, Aspirasi Warga Ditekankan

Menurutnya, ancaman terbesar saat ini bukan hanya konflik fisik, melainkan perang informasi yang dapat menggerus kepercayaan publik dan berpotensi merusak persatuan.

Ia menekankan bahwa perbedaan pandangan dalam demokrasi adalah hal yang wajar, namun tidak boleh berujung pada tindakan anarkis. Musyawarah dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan menjadi kunci menjaga keutuhan bangsa.

“Mari kita kedepankan musyawarah, bukan emosi. Persatuan jauh lebih penting melebihi perbedaan,” ujar Ketua MUI Kabupaten HSU.

Sejalan dengan itu, Ketua Laung Kuning Banjar DPC HSU, Kamaruddin, menyatakan dukungan tegas terhadap program-program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG).

Ia menilai, program tersebut bukan sekadar kebijakan, tetapi investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan kompetitif.

“Ini bukan hanya program, ini adalah masa depan anak cucu kita. Harus kita jaga dan sukseskan bersama,” katanya.

Kamaruddin juga menegaskan bahwa masyarakat adat memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal di tengah tantangan zaman.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap kritis namun tidak mudah terprovokasi, serta menjadikan gotong royong sebagai kekuatan utama dalam menghadapi berbagai dinamika sosial.

“Kalau kita solid, tidak ada ruang bagi perpecahan. Banua ini kuat karena kebersamaan,” ucapnya.

Seruan tokoh agama dan adat ini menjadi pesan kuat bahwa stabilitas daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Di tengah tantangan era digital dan derasnya arus informasi, masyarakat diharapkan mampu menjadi filter, bukan penyebar dari informasi yang belum terverifikasi.

Editor: Sry