
CakrawalaiNews.com, AMUNTAI – Antusiasme warga menyaksikan Lomba Bagarakan Sahur HSU di pusat Kota Amuntai membawa dampak yang disayangkan, Rabu (11/3/2026).
Sejumlah tanaman hias jenis Adam Hawa di taman sekitar Bundaran Tugu Selawat Kota Bertakwa terlihat rusak setelah terinjak penonton yang memadati lokasi acara.
Keramaian terjadi di kawasan Tugu Bundaran Selawat Amuntai, yang menjadi titik berkumpul masyarakat untuk menyaksikan lomba di momen Ramadan 1447 Hijrah tersebut.

Demi mendapatkan posisi terbaik untuk menonton, banyak warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, naik ke area taman yang mengelilingi tugu.
Taman kecil yang dihiasi bunga dan hamparan rumput hijau itu pun berubah fungsi menjadi tempat berpijak dan duduk bagi penonton.
Rumput lepek, taman kotor bekas alas kaki
Akibatnya, beberapa tanaman Adam Hawa yang ditanam sebagai penghias taman terlihat rusak setelah terinjak oleh penonton.
Tidak hanya itu, rumput di sekitar taman tampak lepek karena tertekan oleh banyaknya pijakan selama berlangsungnya kegiatan.
Di sejumlah titik, area sekitar tugu juga terlihat kotor oleh bekas alas sepatu dan sandal, meninggalkan jejak yang merusak kerapian dan kebersihan taman yang sebelumnya tertata.

Tidak Ada Pembatas di Area Taman
Kondisi tersebut juga dipicu oleh tidak adanya pagar pembatas di sekitar taman Bundaran Tugu Selawat. Selain itu, lokasi lomba yang digelar tepat di depan bundaran membuat masyarakat dengan mudah masuk ke area taman tanpa penghalang.
Padahal, Bundaran Tugu Selawat Amuntai merupakan salah satu ikon baru kota yang belum lama diresmikan oleh pemerintah daerah sebagai bagian dari penataan wajah Kota Amuntai.
Perlu Kesadaran Menjaga Fasilitas Publik
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tingginya antusiasme masyarakat dalam kegiatan budaya seperti Bagarakan Sahur perlu diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga fasilitas publik.
Ruang taman yang dibangun untuk memperindah kota seharusnya tetap dijaga agar tidak rusak, sehingga dapat dinikmati masyarakat dalam jangka panjang oleh seluruh warga.
Editor: Sry


