CakrawalaiNews.com, PARINGIN – Kerusakan parah yang terjadi di ruas jalan provinsi Banjang–Pulau Nyiur–Batumandi selama kurang lebih satu tahun terakhir kian mengkhawatirkan.
Jalur alternatif vital penghubung Kabupaten Balangan dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) itu kini menjadi hambatan serius bagi mobilitas warga dan aktivitas perekonomian lintas wilayah.
Ruas sepanjang sekitar 12,80 kilometer tersebut selama ini menjadi andalan masyarakat, khususnya dari Kecamatan Batumandi, untuk memangkas waktu tempuh menuju Desa Banjang di wilayah HSU.
Namun, kerusakan di sejumlah titik membuat akses menjadi tidak nyaman, bahkan berisiko bagi pengguna jalan.
Meski memiliki peran strategis, status jalan ini berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sehingga penanganannya tidak dapat dilakukan langsung oleh pemerintah kabupaten.
Menyikapi kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Balangan bergerak cepat. Melalui Dinas PUPR Perumahan dan Permukiman (PUPRPerkim), langkah koordinasi dengan pemerintah provinsi segera ditempuh.
Kepala Bidang Bina Marga PUPRPerkim Balangan, Rina Aryani, menegaskan pihaknya akan segera melayangkan surat resmi kepada Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan guna mempercepat penanganan.
“Kami akan segera menyampaikan surat sebagai bentuk koordinasi agar penanganan kerusakan jalan ini bisa dipercepat oleh pihak provinsi,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Ia memastikan, proses administrasi tersebut tidak akan berlarut-larut dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
“Insya Allah, surat segera kami kirimkan, sehingga ada tindak lanjut konkret secepatnya,” tegasnya.
Pemkab Balangan pun berharap Pempro Kalsel dapat merespons cepat, mengingat ruas jalan ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung antarwilayah, tetapi juga sebagai nadi distribusi ekonomi masyarakat.
Jika tak segera ditangani, kerusakan jalan dikhawatirkan akan semakin parah dan berdampak lebih luas, mulai dari meningkatnya biaya transportasi hingga terganggunya arus barang dan jasa di kawasan tersebut.
Editor: Sry
