Beranda Kalsel Kab Hulu Sungai Utara Festival Tanglong HSU 2026 Bakal Digelar, Tugu Bundaran Selawat Terancam Rusak

Festival Tanglong HSU 2026 Bakal Digelar, Tugu Bundaran Selawat Terancam Rusak

49
0
Bundaran Tugu Selawat Bertakwa, berdiri megah di Pusat Kota Amuntai, memiliki simbol nuansa religi bagi masyarakat di Kabupaten HSU. Sumber Foto: Redaksi Cakrawala iNews.

CakrawalaiNews.com, AMUNTAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) akan kembali menggelar Festival Tanglong pada 10 Maret 2026 atau bertepatan dengan Ramadan 1447 Hijriah, setelah vakum sejak 2019.

Tradisi khas masyarakat Banjar ini dipastikan kembali menyedot antusiasme ribuan warga.
Namun, di tengah kemeriahan yang dinanti, muncul kekhawatiran terhadap kondisi Tugu Bundaran Selawat Amuntai Kota Bertakwa yang berpotensi terancam rusak akibat membludaknya pengunjung.

Tradisi Ramadan yang Dinanti

Tanglong merupakan tradisi lampu hias atau lentera khas Kalimantan Selatan. Dahulu dikenal sebagai badadamaran, menggunakan pelita minyak atau damar untuk menerangi malam Ramadan hingga Idul Fitri. Kini, tradisi tersebut berevolusi menjadi lampion listrik warna-warni berbentuk kreatif yang dipawai, terutama pada 10 malam terakhir Ramadan.

Festival ini tidak hanya menjadi hiburan religi, tetapi juga momentum pelestarian budaya, penguatan identitas daerah, serta penggerak ekonomi masyarakat melalui UMKM dan komunitas kreatif.

Bundaran Tugu Selawat Jadi Titik Rawan

Bundaran Tugu Selawat yang baru diresmikan pemerintah daerah memiliki taman kecil dengan nuansa religi dan menjadi ikon baru Kota Amuntai.

Lokasinya yang strategis di pusat kota membuat kawasan ini diprediksi menjadi titik keramaian utama saat Festival Tanglong berlangsung.
Tanpa pembatas yang memadai, taman di sekitar tugu rawan terinjak dan rusak akibat padatnya masyarakat yang ingin menyaksikan pawai tanglong.

“Tugu Selawat yang berdiri megah di pusat Kota Amuntai memiliki daya tarik dan nuansa luar biasa, dikhawatirkan saat pelaksanaan Tanglong nanti, taman sekitar bundaran tugu rawan terinjak oleh membludaknya masyarakat yang menantikan kembalinya tradisi tahunan yang lama vakum,” ungkap Norsin salah seorang warga di Kecamatan Amuntai Tengah, Ahad (1/3/2026).

Baca Juga:  Prioritaskan PJU Tenaga Surya Hingga ke Desa Terpencil, Dishub Balangan Genjot Program Balangan Terang di 2026

Baca Juga:  Headline News: Lansia 65 Tahun Berinisial HN di Banjang HSU Ditemukan Meninggal di Rumahnya, Polisi Lakukan Penyelidikan

Ia berharap, pemerintah daerah bisa mengamankan titik-titik yang dianggap rawan rusak, dalam upaya menjaga keindahan tata kota. Maklum masyarakat kita banyak yang belum menyadari akan pentingnya menjaga dan memelihara fasilitas publik.

Perlu Langkah Antisipatif

Agar festival berjalan sukses tanpa merusak fasilitas publik, diperlukan langkah konkret seperti pemasangan plang sementara, pengaturan arus massa, serta pengamanan terpadu dari instansi terkait.

Antusiasme warga tentu menjadi energi positif dalam menyemarakkan Ramadan. Namun, kesadaran kolektif untuk menjaga aset daerah menjadi tanggung jawab bersama agar kemeriahan Festival Tanglong 2026 tidak meninggalkan dampak negatif bagi ikon kebanggaan Kota Amuntai.

Editor: Sry