Beranda Kalsel Kab Hulu Sungai Utara Berakhir Damai: Viral! Duel Jalanan Remaja Putri di Amuntai HSU Dipicu Rasa...

Berakhir Damai: Viral! Duel Jalanan Remaja Putri di Amuntai HSU Dipicu Rasa Cemburu

36
0
Dua remaja putri dibawah umur yang terlibat perkelahian di Jalan Tambak, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten HSU, akhirnya sepakat berdamai melalui mediasi yang difasilitasi Polres HSU bersama orang tua, aparat desa, dan DPPPA setempat. Selain itu, pihak yang merekam dan menyebarkan video perkelahian juga telah menyampaikan permohonan maaf. Sumber Foto: A

CakrawalaiNews.com, AMUNTAI – Video perkelahian jalanan dua sosok remaja putri dibawah umur viral di media sosial akhirnya terungkap. Dipicu persoalan cemburu hingga memicu aksi kekerasan di ruang terbuka.

Insiden tersebut terjadi di Jalan Tambak, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), bukan terjadi di Jalan Bypass Amuntai seperti yang disebutkan pada berita sebelumnya.

Peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah rekaman duel keduanya tersebar luas di media sosial dan menuai beragam reaksi dari Warganet.

Terkait peristiwa ini, Kasat Reskrim Polres HSU, AKP Teguh Kuatman, angkat bicara. Ia menjelaskan konflik bermula saat salah satu pelaku merasa cemburu, lantaran melihat lawannya bersama dengan pria yang disukainya sedang berboncengan.

Rasa cemburu tidak terlintas berhenti sampai disitu. Perselisihan kemudian berlanjut di media sosial dengan saling ejek, hingga memuncaknya perselisihan.

“Berawal dari situ, keduanya sepakat untuk bertemu di lokasi yang telah ditentukan dan terjadilah peristiwa perkelahian tersebut,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Berita Terkait:  Miris! Duel Remaja Putri di Bypass Amuntai Jadi Tontonan, Direkam Demi Konten

Aksi nekat dari keduanya disaksikan oleh sejumlah rekan mereka, yang sebagian juga masih di bawah umur. Bahkan, kejadian itu direkam dan kemudian menyebar luas di media sosial hingga menjadi viral.

Menindaklanjuti hal tersebut, kepolisian setempat bertindak cepat untuk menggelar klarifikasi untuk dimediasi langsung di Ruang Pelayanan Publik Polres HSU.

Proses mediasi yang di gelar melibatkan orang tua kedua pelaku, aparat desa, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten HSU.

Hasilnya, kedua remaja sepakat berdamai. Kesepakatan tersebut disaksikan langsung oleh orang tua masing-masing, aparat desa, serta Kepala DPPPA HSU, H. Hermani Johan.

Selanjutnya, kedua pelaku akan menjalani pembinaan lebih lanjut. Kapolres HSU, AKBP Agus Nuryanto melalui Kasi Humas, Iptu Asep, mengimbau masyarakat, khususnya remaja, agar bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif dan menghindari tindakan kekerasan,” ujarnya.

Secara terpisah, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), H. Akhmad Suldani, menyampaikan kritik tajam atas kejadian ini. Ia menilai peristiwa tersebut menjadi alarm serius bagi semua pihak, terutama orang tua.

“Ini bukan sekadar kenakalan remaja, tapi kegagalan pengawasan. Anak-anak bertikai, direkam, lalu viral—ini sudah di luar batas,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya kontrol orang tua terhadap pergaulan dan aktivitas digital anak.

“Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Pengawasan harus dilakukan sejak awal. Kalau tidak, kejadian seperti ini akan terus berulang,” tambahnya.

Tokoh masyarakat ini juga berharap, peristiwa tersebut menjadi pelajaran bersama, sehingga peran keluarga dan lingkungan dalam membina generasi muda semakin diperkuat.

Editor: Sry