
CakrawalaiNews.com, PARINGIN – Media sosial diramaikan gelombang kritik dan sindiran warganet terhadap layanan PDAM Balangan, menyusul lumpuhnya suplai air bersih di Kecamatan Paringin dan Paringin Selatan, Minggu (22/2/2026).
Gangguan diduga dipicu adanya kerusakan kubikel 24 kV pada gardu induk Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1 Gunung Pandau.
Keluhan warga bermunculan sejak air tak lagi mengalir ke rumah-rumah pelanggan. Tidak sedikit yang mempertanyakan kualitas infrastruktur hingga pengelolaan anggaran.
Baca Juga: Praperadilan Eks Kajari HSU: Tagih Rp100 Miliar ke KPK, Sengketa Penyitaan Disidangkan di PN Jaksel
Baca Juga: Polres Balangan Amankan Motor Balap Liar Hingga Sound DJ saat Patroli Ramadan di Paringin
Salah satu komentar yang viral berbunyi, “Katanya kabupaten terkaya, instalasi air kok bagus HSU. Dana Rp 20 miliar itu buat aliran air atau aliran cerita?” unggah Warganet di salah satu akun Tiktok, NikeTS.
Narasi serupa terus bergulir, menandakan kekecewaan publik atas gangguan layanan yang dinilai berulang.
Apa Penyebabnya?
Menindak lanjuti hal tersebut, Direktur Bisnis PT Air Minum Sanggam Balangan angkat bicara, Akhmad Agus Fitriyadi, menjelaskan gangguan terjadi akibat adanya kondisi yang tidak normal pada kubikel 24 kV panel pendistribusian listrik penting yang mengatur dan menstabilkan arus di gardu induk IPA.
Menurutnya, jika perangkat tersebut dipaksakan beroperasi, berpotensi menimbulkan ledakan dan membahayakan instalasi.
“Proses perbaikan masih berlangsung. Kami mohon maaf dan meminta masyarakat untuk bersabar atas ketidaknyamanan ini, perlu digaris bawahi, bahwasanya kami juga tidak menghendaki adanya kejadian ini,” ujarnya.
Mengapa Belum Normal?
PDAM memilih menghentikan sementara operasional untuk menghindari risiko lebih besar. Saat ini, tim PLN tengah mengambil kubikel pengganti di Barabai untuk segera dipasang dan diuji coba.
Agus belum dapat memastikan kapan distribusi air kembali normal, namun menegaskan pihaknya berupaya maksimal agar suplai segera pulih.
Dua Kecamatan Terdampak
Gangguan di IPA 1 Gunung Pandau berdampak langsung pada ribuan pelanggan di Paringin dan Paringin Selatan. Sejumlah warga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga akibat terhentinya pasokan air.
Sorotan Publik Menguat
Ramainya kritik di media sosial menunjukkan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan air bersih. Di sisi lain, PDAM menyatakan kerusakan murni faktor teknis dan penggantian kubikel dilakukan demi keselamatan sistem.
Kini, publik menanti langkah cepat dan transparan dari PDAM Balangan agar distribusi air kembali normal sekaligus menjawab berbagai pertanyaan yang mencuat di ruang digital.
Editor: Sry


