
CakrawalaiNews.com, BARABAI – Kejadian berdarah kembali menggemparkan warga Kalimantan Selatan (Kalsel). Seorang remaja perempuan berusia 13 tahun dilaporkan tewas mengenaskan setelah diduga dibunuh oleh tetangganya sendiri di Desa Hilir Banua, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Selasa malam (3/2/2026).
Korban diketahui bernama AFR (13), seorang pelajar perempuan, yang meninggal dunia di tempat kejadian perkara akibat luka tebasan senjata tajam di bagian leher sebelah kanan.
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WITA di rumah korban yang berada di RT 1 RW 1 Desa Hilir Banua. Warga setempat sempat dikejutkan oleh suara teriakan korban sebelum akhirnya pelaku keluar dari rumah korban sambil membawa sebilah parang.
Pelaku diduga berinisial R (20), berprofesi sebagai petani dan disebut-sebut memiliki status Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Pelaku diketahui merupakan tetangga korban.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, sebelum kejadian terdengar suara pintu rumah korban didobrak, disusul jeritan korban satu kali. Tak lama kemudian, pelaku terlihat keluar dari rumah korban dengan menenteng parang, yang kemudian membuat warga panik dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.
Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Jupri JHP Tampubolon melalui Kasubsi PIDM Humas Polres HST, Aiptu Husaini, membenarkan adanya peristiwa dugaan pembunuhan tersebut.
“Benar telah terjadi dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap seorang anak di bawah umur. Pelaku sudah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian,” ujar Aiptu Husaini saat dikonfirmasi.
Saat ini, pelaku telah diamankan di Polres HST untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Aparat kepolisian masih mendalami kronologi kejadian, termasuk kondisi kejiwaan pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut.
Pihak kepolisian juga tengah mengumpulkan keterangan dari para saksi serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Informasi lanjutan akan disampaikan setelah proses penyelidikan berkembang.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kekerasan fatal yang melibatkan warga dengan dugaan gangguan kejiwaan, sekaligus memunculkan kembali sorotan terhadap pengawasan dan penanganan ODGJ di lingkungan masyarakat.
Editor: Tim Redaksi


