Beranda Kalsel Kab Hulu Sungai Utara Program MBG di HSU Tuai Respon Positif, Siswa Bisa Menabung Uang Jajan...

Program MBG di HSU Tuai Respon Positif, Siswa Bisa Menabung Uang Jajan hingga Orang Tua Lebih Mendukung

44
0
Ilustrasi - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di HSU, menuai beragam respon positif dari siswa, guru, hingga orang tua, yang dinilai dapat membantu pemenuhan gizi siswa sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga. Sumber Foto: Grafis Ilustrasi Cakrawala iNews/Ai.

CakrawalaiNews.com, AMUNTAI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menuai beragam tanggapan positif dari siswa, guru, hingga orang tua, Senin (23/2/2026).

Sejak diterapkan di sejumlah sekolah, program ini dinilai membantu pemenuhan gizi siswa sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga.

Program MBG memberikan makan siang bergizi secara gratis kepada para pelajar. Selain memastikan asupan nutrisi yang lebih baik, kebijakan ini juga berdampak pada kebiasaan siswa yang menjadi lebih hemat dan jarang jajan di luar sekolah.

Siswa Bahagia dan Lebih Hemat

Salah satu penerima manfaat, Nayla Azzahra, siswi kelas VIII di MTsN 2 Amuntai, mengaku senang dengan adanya program tersebut.

Menurutnya, MBG bukan hanya soal makanan gratis, tetapi juga menghadirkan kebersamaan saat makan bersama teman-teman di kelas.

Baca Juga :  Warga Awayan Balangan Siap Bongkar Dugaan Mafia Tanah, Kantongi Sejumlah Nama Bersiap Lapor ke Kementerian ATR/BPN RI

Baca Juga :  Sahur Jadi Panggung DJ: Ketika Niat Baik Dikubur oleh Hilangnya Adab

Ia menyebut, sejak menerima MBG, dirinya bisa menyisihkan uang jajan yang sebelumnya digunakan untuk membeli makan siang. Selain itu, ia merasakan tambahan asupan gizi yang membuatnya lebih bersemangat mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Orang Tua Merasa Terbantu

Respon serupa datang dari Lina, orang tua siswa MTsN 2 Amuntai. Ia menilai kebutuhan makan siang anaknya kini lebih terjamin sejak adanya program MBG.

“Alhamdulillah, anak saya di sekolah aman dan justru lebih baik karena makan siangnya lebih sehat,” ujarnya.

Menurut Lina, kehadiran MBG sangat membantu para orang tua yang sebelumnya harus menyiapkan bekal setiap hari. Dengan adanya program ini, pengeluaran keluarga untuk makan siang anak pun berkurang.

Ia juga mengamati kondisi kesehatan anaknya tetap baik. Menu yang disajikan dinilainya sudah mengarah pada konsep gizi seimbang.

“Sejauh ini Alhamdulillah sehat. Makanannya sudah seperti empat sehat lima sempurna,” tambahnya.

Meski demikian, Lina berharap variasi dan kualitas menu dapat terus ditingkatkan agar siswa tidak merasa bosan.

Guru Apresiasi, Program Dinilai Tepat Sasaran

Dukungan juga disampaikan Bella Kusuma Ningrum, guru SMKN 3 Amuntai. Ia menyebut program MBG di sekolahnya berjalan relatif lancar dan memberikan manfaat nyata bagi para siswa.

Menurutnya, mayoritas siswa di sekolah tersebut berasal dari keluarga menengah ke bawah, sehingga MBG sangat membantu mengurangi pengeluaran orang tua untuk sarapan maupun makan siang.

“Program ini otomatis meringankan beban orang tua. Apalagi kondisi ekonomi sebagian besar wali murid kami memang sederhana,” ungkapnya.

Bella menambahkan, menu yang disediakan cukup variatif dan bergizi. Siswa mendapatkan nasi dengan lauk berprotein seperti telur dan ayam, dilengkapi sayuran, susu kotak, serta buah-buahan.

Jika makanan tidak habis, siswa diperbolehkan membawa pulang dengan wadah yang mereka sediakan.

Ia juga mengapresiasi respons cepat penyedia makanan. Ketika ada siswa yang tidak menyukai nasi, pihak penyedia segera menggantinya dengan alternatif seperti kentang pada hari berikutnya.

Harapan Keberlanjutan Program

Baik siswa, orang tua, maupun guru berharap program MBG dapat terus berlanjut. Selain membantu ekonomi keluarga, program ini dinilai berkontribusi dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan fokus belajar.

Dengan dukungan berbagai pihak, MBG di HSU diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang lebih baik di lingkungan sekolah.

Editor: Sry