
CakrawalaiNews.com, AMUNTAI – Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara (Kejari HSU), Kalimantan Selatan, mulai menata ulang kepercayaan publik setelah sempat dibayangi stigma negatif akibat perilaku oknum pimpinan dan jaksa di masa lalu.
Di bawah kepemimpinan Kepala Kejaksaan Negeri HSU, Budi Triono, institusi Adhyaksa setempat kini diarahkan untuk bangkit melalui kerja-kerja profesional, berintegritas, serta berorientasi pada keadilan dan kemanfaatan hukum bagi masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan Budi Triono saat pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sejumlah pejabat struktural eselon IV di lingkungan Kejari HSU, yang digelar Kamis (5/2/2026).
Dikesempatan itu, Kajari HSU mengajak seluruh insan Adhyaksa untuk meninggalkan praktik lama yang mencederai kepercayaan publik dan fokus membangun citra institusi yang bersih, transparan, serta berkeadilan.
Baca Juga: Mahasiswa UNIVSM Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Rampas Kedaulatan Rakyat
Dilansir dari Adhyaksa, Jumat (6/2/2026). Sejumlah pejabat yang dilantik dalam kesempatan tersebut antara lain Halfeus Hangoluan Samosir, sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Gatra Yudha Pramana, sebagai Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti, Bangkit Budi Satya, sebagai Kepala Seksi Intelijen, serta Pratama Hadi Karsono, sebagai Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara.
Dengan susunan kepemimpinan baru tersebut, Kejari HSU diharapkan mampu menjawab ekspektasi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten HSU terhadap pelayanan hukum yang lebih responsif dan penegakan hukum yang tegas namun berkeadilan.
Perlahan, stigma negatif yang melekat pada institusi ini mulai memudar, seiring munculnya harapan baru dari publik.
Dikesempatan yang sama, Kasi Pidsus Kejari HSU, Halfeus Samosir, menegaskan bahwa dirinya mendapat mandat langsung dari Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, Tiyas Widiarto, serta Kajari HSU Budi Triono, untuk ikut membawa Kejari HSU keluar dari keterpurukan masa lalu.
“Pernah ada masa kinerja Kejari yang jauh dari visi dan misi institusi. Itu menjadi tanggung jawab kami sekarang untuk membawanya bangkit menuju penegakan hukum yang profesional, berintegritas, dan berhati nurani,” ujarnya.
Dibekali pengalaman sebagai jaksa muda yang energik, Halfeus menegaskan komitmennya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten HSU.
Ia menekankan bahwa pemberantasan korupsi tetap menjadi salah satu fokus utama Kejari HSU, dengan tetap berpegang pada ketentuan hukum yang berlaku.
Menurutnya, tantangan penegakan hukum ke depan semakin kompleks, terutama di era modern dan digital. Karena itu, Kejaksaan dituntut terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia agar tidak tertinggal dalam memberikan pelayanan hukum yang berkualitas.
“Saya sangat mencintai institusi ini. Regenerasi di tubuh Kejaksaan harus berjalan lebih baik agar kepercayaan publik terus tumbuh,” tegasnya.
Dengan semangat pembenahan internal dan regenerasi kepemimpinan, Kejari Hulu Sungai Utara kini menapaki fase baru, menegaskan diri sebagai institusi penegak hukum yang profesional, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan keadilan masyarakat.
Editor: Tim Redaksi


