
CakrawalaiNews.com, INTAN JAYA – Sebanyak dua anggota dan 15 simpatisan OPM Kodap VIII Intan Jaya resmi menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (20/2/2026).
Ikrar tersebut dilaksanakan di hadapan aparat keamanan dan tokoh setempat, dengan pendampingan Satgas Yonif 631/Antang serta disaksikan Satgas Yonif 744 dan aparat penegak hukum (Gakkum) Intan Jaya. Kegiatan berjalan aman, tertib, dan penuh kesadaran.
Datang Sukarela, Buka Lembaran Baru
Mereka disebut datang atas kemauan sendiri, menyatakan keinginan meninggalkan aktivitas sebelumnya dan kembali menjadi bagian dari NKRI. Prosesi pengucapan sumpah setia berlangsung khidmat, menjadi simbol komitmen untuk menatap masa depan yang lebih damai dan stabil.
Momentum ini dipandang sebagai langkah penting dalam menciptakan suasana kondusif di Intan Jaya, wilayah yang selama ini kerap menghadapi tantangan keamanan.
Baca Juga: TNI Percepat Pemulihan 11 Bandara Perintis di Papua, Pastikan Distribusi Logistik Kembali Normal
Pendekatan Humanis Jadi Strategi
Komandan Satgas Yonif 631/Antang, Letkol Inf Andy Darnianto, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil pendekatan persuasif yang mengedepankan komunikasi dan sentuhan kemanusiaan.
Menurutnya, Satgas tidak hanya bertugas menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga membangun dialog dan kepercayaan dengan masyarakat.
“Kami hadir bukan sekadar untuk pengamanan, tetapi untuk merangkul. Siapa pun yang ingin kembali dan bersama membangun Papua, pintu selalu terbuka,” tegasnya.

Bukti Dialog Lebih Efektif dari Konfrontasi
Langkah dua anggota dan 15 simpatisan tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan dialogis dan kebersamaan mampu menghadirkan perubahan nyata.
Upaya membangun rasa saling percaya dinilai lebih efektif dalam menciptakan perdamaian jangka panjang.
Diharapkan, komitmen ini menjadi contoh bagi pihak lain bahwa persatuan dan kedamaian adalah jalan terbaik bagi masa depan Intan Jaya dan Papua secara keseluruhan.
Kontributor Papua: Rama
Editor: Sry


