
CakrawalaiNews.com, PARINGIN — Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung kondisi SD Negeri Juuh, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, usai diterjang banjir bandang yang merusak fasilitas pendidikan dan mengganggu proses belajar mengajar,Kamis (8/1/2026).
Kunjungan ini sebagai bagian dari upaya pemerintah pusat memastikan pemulihan sektor pendidikan berjalan cepat dan tepat sasaran di wilayah terdampak bencana.
Setibanya di Desa Juuh, Wapres Gibran menyapa warga, sambil membagikan buku serta alat tulis kepada anak-anak.
Di lingkungan sekolah, ia meninjau langsung kerusakan fasilitas, mulai dari ratusan buku pelajaran, hingga perangkat elektronik seperti 40 unit laptop, satu smart TV, dan 17 tablet yang terdampak banjir dan terpaksa dikeluarkan dari ruang kelas.
Tidak hanya meninjau, Gibran juga menyaksikan kegiatan bersih-bersih sekolah yang dilakukan oleh siswa, dibantu anggota TNI dan Polri.
Momentum ini dimanfaatkan Wapres untuk memberi semangat sekaligus menegaskan pentingnya percepatan pemulihan.
“Sekolah harus segera kembali normal. Anak-anak tidak boleh terlalu lama kehilangan waktu belajar,” tegas Gibran di hadapan guru dan orang tua murid.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Wapres menyerahkan bantuan alat tulis dan perlengkapan sekolah guna menunjang keberlanjutan proses belajar mengajar, meski dalam kondisi terbatas.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan, Abiji, menyampaikan bahwa proses perbaikan sarana sekolah ditargetkan rampung dalam waktu satu pekan.
“Saat ini kegiatan belajar sudah mulai berjalan, namun belum maksimal. Fokus kami adalah mempercepat rehabilitasi ruang kelas dan penggantian fasilitas yang rusak,” ujarnya.
Secara umum, kondisi pascabanjir di Kabupaten Balangan mulai membaik. Air telah surut, akses jalan darat kembali bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat, serta jaringan listrik dan internet telah pulih, membuka jalan bagi normalisasi aktivitas masyarakat dan pelayanan publik.
Kunjungan Wapres ini menjadi sinyal kuat bahwa pemulihan pendidikan pascabencana menjadi prioritas nasional, sekaligus memastikan anak-anak di daerah terdampak tidak tertinggal dalam memperoleh hak dasar mereka atas pendidikan.
Editor: Sry


