
CakrawalaiNews.com, PARINGIN – Pemkab Balangan resmi mengakhiri masa status tanggap darurat bencana banjir bandang, Sabtu (3/1/2026).
Penanganan bencana selanjutnya dilanjutkan melalui fase transisi pemulihan dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Status Transisi Pemulihan Pascabencana.
Menurut Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan, Rahmi, mengatakan fase transisi pemulihan diperlukan untuk memastikan proses rehabilitasi masyarakat terdampak berjalan menyeluruh dan tidak terhenti pasca tanggap darurat.
“Penanganan pascabencana membutuhkan waktu yang lebih panjang dan terukur. Karena itu, pemerintah menetapkan status transisi pemulihan agar seluruh proses rehabilitasi dapat dilaksanakan secara optimal,” ujar Rahmi, Ahad (4/1/2026).
Dalam fase ini, pemerintah daerah memprioritaskan perbaikan rumah warga yang rusak akibat banjir bandang. Selain itu, pemulihan lahan pertanian dan perkebunan yang terdampak juga menjadi fokus utama untuk mengembalikan mata pencaharian masyarakat.
Pemenuhan kebutuhan dasar warga turut menjadi perhatian. Pemerintah menyiapkan penggantian peralatan masak dan peralatan makan yang rusak atau hanyut, serta penyediaan pakaian, seragam sekolah, dan perlengkapan belajar bagi anak-anak korban banjir.
Tak hanya menyasar pemulihan fisik dan ekonomi, aspek psikososial juga mendapat perhatian serius. BPBD Balangan akan melaksanakan kegiatan trauma healing, khususnya bagi anak-anak yang mengalami tekanan psikologis pasca bencana banjir bandang.
Rahmi menegaskan, masa Status Transisi Pemulihan tidak dibatasi secara kaku. Durasi pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan serta perkembangan proses pemulihan.
“Status ini memungkinkan pemerintah bekerja lebih fleksibel, menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak,” katanya.
Dengan berakhirnya masa tanggap darurat, pemerintah daerah berharap fase transisi pemulihan ini menjadi jembatan menuju pemulihan menyeluruh, sekaligus memastikan warga terdampak tetap mendapatkan perlindungan dan pendampingan hingga kondisi benar-benar pulih.
Editor: Sry


