
CakrawalaiNews.com, AMUNTAI – Pasar motor bekas di Amuntai, Hulu Sungai Utara (HSU) kian sepi pembeli.
Para pedagang mengaku kalah bersaing dengan maraknya penggunaan sepeda listrik yang kini menjadi pilihan masyarakat, terutama untuk kebutuhan mobilitas jarak dekat.
Dalam kondisi normal, transaksi jual beli motor bekas biasanya ramai pembeli. Namun saat ini, aktivitas pasar justru didominasi transaksi antar sesama pedagang, bukan pembeli dari masyarakat umum.
“Kalau sekarang paling-paling yang beli itu teman sesama pedagang. Pembeli langsung dari masyarakat hampir tidak ada,” ujar salah satu pedagang motor bekas, yang enggan disebutkan namanya, kepada awak media, Kamis (22/1/2026).
Pedagang menyebut penurunan daya beli masyarakat menjadi faktor utama lesunya pasar. Situasi tersebut diperparah dengan kehadiran sepeda listrik yang dianggap lebih praktis, murah, dan tidak memerlukan biaya tambahan seperti pajak maupun bahan bakar.
“Sepeda listrik sekarang banyak diminati. Harganya relatif terjangkau, tidak perlu BBM, pajak, atau perawatan mahal. Jadi orang lebih memilih itu dibanding motor bekas. Bahkan kalangan ekonomi kebawah pun rata-rata memiliki sepeda listrik,” ungkapnya.
Akibat kondisi tersebut, dalam satu bulan hampir tidak ada unit motor yang terjual. Kalaupun terjadi transaksi, keuntungan yang diperoleh sangat minim dan tidak sebanding dengan biaya operasional harian.
“Sebulan bisa dibilang tidak laku. Kalau pun laku, untungnya kecil. Itu pun seringnya antar pedagang saja,” keluhnya.
Para pedagang berharap adanya pemulihan ekonomi dan kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha kecil, agar pasar motor bekas kembali menggeliat.
Tanpa upaya tersebut, mereka khawatir usaha yang telah dijalani bertahun-tahun akan semakin terpuruk, ditengah ekonomi yang serba sulit.
Editor: Sry


