
CakrawalaiNews.com, PARINGIN – Masuk minggu kedua masa transisi pemulihan pascabanjir, progres rehabilitasi rumah warga terdampak di Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai menunjukkan hasil.
Pemerintah daerah melalui BPBD Balangan mencatat, hingga Selasa (20/1/2026), 13 rumah warga di dua desa telah masuk tahap perbaikan.
Perbaikan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil pendataan dan tingkat kerusakan bangunan, dengan prioritas pada rumah kategori rusak berat agar warga dapat kembali menempati hunian yang layak dan aman.
Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD setempat, Sairil Fajeri, mengatakan saat ini perbaikan difokuskan di Desa Sungsum dan Desa Juuh.
“Sampai minggu kedua masa transisi, progres perbaikan rumah warga sudah berjalan. Di Desa Sungsum ada enam rumah dan di Desa Juuh tujuh rumah, sehingga total 13 unit,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).
Namun, ia mengakui progres di lapangan masih bervariasi. Sebagian rumah telah rampung, sementara sebagian lainnya masih dalam proses pengerjaan hingga distribusi material.
“Di Desa Sungsum, tiga rumah sudah selesai 100 persen, sisanya masih sekitar 75 persen. Sementara di Desa Juuh, dari tujuh rumah, tiga rumah sudah selesai, sedangkan empat lainnya masih tahap pengiriman material,” jelas Sairil.
BPBD Balangan menegaskan, perbaikan rumah warga menjadi salah satu fokus utama dalam masa transisi pemulihan pascabanjir, yang dilaksanakan bersama Dinas PUPR-Perkim Balangan.
Dinas teknis tersebut sebelumnya telah melakukan pendataan, verifikasi, serta perhitungan tingkat kerusakan bangunan sebagai dasar penanganan.
Berdasarkan data BPBD, 48 rumah dengan kategori rusak berat ditetapkan sebagai prioritas utama rehabilitasi.
Seluruh proses perbaikan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan teknis, ketersediaan material, serta kondisi di lapangan.
Pemerintah daerah memastikan program pemulihan pascabanjir akan terus berlanjut hingga seluruh rumah warga terdampak dapat kembali difungsikan secara normal, seiring upaya pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Editor: Sry


