
CakrawalaiNews.com, PARINGIN – Dua gempa bumi berkekuatan kecil yang terjadi beruntun di Kabupaten Balangan dan Kota Baru, Kalimantan Selatan, pada Sabtu, 3 Januari 2026, memicu beragam spekulasi di media sosial.
Sejumlah warganet menautkan peristiwa tersebut dengan aktivitas pertambangan yang cukup masif di wilayah itu. Spekulasi tersebut mencuat tak lama setelah informasi gempa tersebar luas.
Beberapa akun menyebut gempa diduga bukan peristiwa alam, melainkan akibat aktivitas manusia, mengingat Balangan dikenal sebagai salah satu daerah dengan kegiatan pertambangan intensif.
Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan menegaskan gempa tersebut merupakan peristiwa alam berskala kecil.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa pertama terjadi pada pukul 12.18 Wita dan disusul gempa kedua pada pukul 12.36 Wita. Keduanya memiliki magnitudo 2,8, dengan pusat gempa berada sekitar 23 kilometer di barat daya Balangan dan kedalaman sekitar 29 kilometer.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Balangan, Rahmi, mengatakan karakteristik gempa tersebut menunjukkan aktivitas seismik alami dengan kekuatan lemah. Getaran tidak dirasakan masyarakat dan tidak menimbulkan dampak kerusakan.
“Magnitudonya di bawah empat dan berada di kedalaman menengah, sehingga tidak berdampak signifikan. Ini murni gempa tektonik,” kata Rahmi, Ahad (4/1/2026).
BPBD Balangan memastikan hingga kini tidak ada laporan kerusakan bangunan, korban jiwa, maupun gangguan aktivitas warga. Tim di lapangan juga memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Terkait spekulasi gempa buatan, Rahmi mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh informasi yang tidak berbasis data ilmiah. Ia menegaskan rilis resmi hanya bersumber dari BMKG sebagai lembaga negara yang berwenang memantau aktivitas kegempaan.
Meski demikian, BPBD tetap mengingatkan bahwa Kalimantan Selatan, termasuk Balangan, berada di sekitar jalur Sesar Meratus yang memiliki potensi aktivitas gempa.
“Pemantauan terus dilakukan. Masyarakat perlu tetap waspada, tetapi juga bijak menyikapi informasi yang beredar,” ujarnya.
Editor: Sry


