
CakrawalaiNews.com, PARINGIN – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Kamis (8/1/2026).
Gibran dikabarkan meninjau langsung kondisi wilayah terdampak banjir di Kabupaten Balangan dan Kabupaten Banjar. Kunjungan ini sekaligus menjadi momen penyerahan bantuan bagi warga yang masih bergulat dengan dampak bencana.
Kepastian kedatangan Wapres disampaikan langsung oleh Gubernur Kalsel Muhidin, Selasa (6/1/2026).
Menurutnya, agenda tersebut telah dikonfirmasi oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang sebelumnya juga melakukan pengecekan lokasi.
“Kunjungan Wapres sudah terkonfirmasi. Beliau akan meninjau langsung daerah terdampak dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat,” ujar Muhidin.
Rangkaian kunjungan akan diawali di wilayah pascabanjir Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, kemudian dilanjutkan ke Desa Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.
Secara terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, membenarkan rencana tersebut. Menurutnya, agenda utama Wapres adalah meninjau kondisi korban banjir serta menyalurkan bantuan kemanusiaan.
“Telah terkonfirmasi Bapak Wakil Presiden Gibran akan berkunjung ke Desa Sungai Tabuk Keramat, Kabupaten Banjar, serta ke Kabupaten Balangan,” kata Wasis.
Ia menambahkan, kunjungan diperkirakan berlangsung siang hari dan setelah rangkaian kegiatan, Wapres dijadwalkan langsung kembali ke Jakarta.
Di sisi lain, Pemkab Balangan tengah mematangkan persiapan menyambut kunjungan Wapres. Bupati Balangan Abdul Hadi meminta seluruh perangkat daerah memastikan kesiapan maksimal, terutama dalam peninjauan lokasi terdampak banjir dan banjir bandang di Kecamatan Tebing Tinggi.
“Saya meminta seluruh aparat dan instansi terkait benar-benar mempersiapkan kelancaran kunjungan Wakil Presiden, agar beliau dapat melihat langsung kondisi masyarakat serta penanganan yang sudah dilakukan,” tegasnya.
Ia berharap kehadiran Wapres dapat mempercepat proses pemulihan pascabanjir, terutama pada sektor infrastruktur dan penanganan dampak sosial yang masih dirasakan warga.
Editor: Sry


