
CakrawalaiNews.com, AMUNTAI – Sebanyak 18 orang warga di Kalimantan Selatan (Kalsel) terinfeksi super flu, angka ini menempatkan Provinsi Kalsel dengan sebaran kasus tertinggi se-Indonesia. Temuan ini menjadi bagian dari 62 kasus sebaran tertinggi di Indonesia.
Menanggapi hal ini, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Dinkes Kalsel) menegaskan bahwa istilah “super flu” yang ramai beredar di media sosial bukanlah nama resmi virus baru.
Hal ini merupakan sebutan populer untuk Influenza A (H3N2 subclade K) yang masih tergolong influenza musiman.
Meredam keresahan masyarakat yang mulai khawatir akan munculnya wabah baru. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Diauddin, menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan virus ini lebih berbahaya atau lebih mematikan dibandingkan flu biasa.
“Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus waspada,” tegas Diauddin, dikutip dari MC Provinsi Kalsel, Rabu (7/1/2026).
Diauddin menjelaskan, keberadaan virus Influenza A (H3N2) tersebut terdeteksi melalui kegiatan surveilans rutin penyakit pernapasan yang secara berkala dilakukan pemerintah daerah.
Surveilans ini bertujuan untuk memantau peredaran virus sekaligus memastikan kesiapan sistem kesehatan menghadapi potensi penyakit menular.
Hingga saat ini, lanjutnya, sebagian besar kasus yang ditemukan hanya menunjukkan gejala ringan hingga sedang dan dapat ditangani dengan prosedur medis standar.
Kondisi fasilitas kesehatan di Kalimantan Selatan pun dinyatakan dalam keadaan siaga dan terkendali. Dimana kelompok rentan diminta lebih waspada.
Meski tidak berbahaya, Dinkes Kalsel mengingatkan bahwa ada kelompok masyarakat yang tetap perlu meningkatkan kewaspadaan, seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Penderita penyakit penyerta (komorbid), dimana
kelompok ini berisiko mengalami komplikasi lebih berat jika terinfeksi influenza.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kalsel mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), di antaranya, menggunakan masker saat flu atau batuk, rutin mencuci tangan, menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup dan asupan gizi seimbang.
Lebih penting, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila gejala memburuk. Selain itu, vaksinasi influenza tetap dianjurkan, terutama bagi kelompok rentan, sebagai upaya mengurangi risiko keparahan penyakit.
Ia berpesan agar masyarakat tidak terprovokasi Informasi yang tidak jelas. Untuk itu pentingnya literasi informasi di tengah maraknya kabar simpang siur.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya. Ikuti selalu informasi resmi dari pemerintah dan otoritas kesehatan,” ujarnya.
Dinkes Kalsel berharap masyarakat dapat bersikap tenang, rasional, dan tetap waspada, sehingga situasi tetap kondusif tanpa kepanikan berlebihan.
Editor: Tim Redaksi


