
CakrawalaiNews.com, AMUNTA – Seorang balita berusia 1,5 tahun berinisial R diduga jatuh dan tenggelam di aliran anak sungai Desa Kaludan Besar, tepatnya di Jalan Keramat RT 03, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kamis (25/12/2025).
Hingga Kamis malam, tim relawan gabungan bersama warga setempat masih terus melakukan upaya pencarian, dengan memfokuskan penyisiran di sekitar lokasi terakhir korban diduga berada, serta sepanjang aliran sungai di belakang rumah.
Anggota Damkar HSU, Edy Saputra, mewakili Kepala Bidang Linmas dan Damkar HSU, Barkat Syahrul Kalam, mengungkapkan kronologi awal kejadian berdasarkan informasi yang diterima petugas di lapangan.
“Informasi yang kami terima, saat itu korban diduga sedang bermain. Ibu korban sedang mandi, sementara ayah berada di depan rumah,” ujar Edy.
Keberadaan R baru disadari beberapa saat kemudian. Kedua orang tua korban langsung panik dan berusaha mencari seisi rumah, sebelum akhirnya memutuskan melakukan pencarian ke belakang rumah, tepatnya disekitar aliran sungai, dengan dibantu warga sekitar.
Kecurigaan semakin menguat setelah pintu dapur rumah ditemukan dalam kondisi terbuka, dan menghadap langsung ke aliran sungai di belakang rumah.
“Diduga korban terjatuh ke sungai melalui pintu dapur belakang, yang langsung mengarah ke sungai,” jelas Edy.»
Berdasarkan keterangan warga setempat, orang tua balita berinisial F dan J diketahui merupakan warga Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Keluarga tersebut sebelumnya dalam perjalanan menuju Martapura untuk menghadiri Haul Sekumpul, dan sempat singgah di rumah nenek korban di Desa Kaludan Besar.
“Mereka dari Puruk Cahu, rencananya ke Martapura menghadiri haul, lalu mampir ke rumah orang tua dari ibu balita di Kaludan Banjang, yang kebetulan sakit,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada awak media, Kamis malam.
Di sekitar lokasi kejadian, tampak Danramil 1001-07/Amuntai Tengah–Banjang Peltu Abdul Wahid bersama anggota Koramil, personel Polsek Banjang, Polairud, relawan, serta warga berjaga dan membantu proses pencarian di sepanjang aliran sungai.
Dari informasi yang beredar, korban yang diduga tenggelam, merupakan balita berjenis kelamin perempuan, peristiwa ini diperkirakan terjadi setelah Salat Ashar.
Hingga berita ini diturunkan, korban belum ditemukan. Petugas gabungan bersama warga masih terus upaya pencarian dengan menyisir aliran sungai tanpa henti, dengan harapan balita tersebut segera ditemukan.
Editor: Sry


