
CakrawalaiNews.com, PARINGIN – Kasus video asusila sesama jenis yang menyeret selebgram populer asal Kabupaten Balangan, MF alias Fazar Bungas, memasuki babak baru.
Tak hanya berstatus tersangka hukum, Fazar kini juga berada dalam pengawasan medis ketat Dinas Kesehatan (Dinkes) Balangan.
Langkah cepat diambil menyusul penetapan status tersangka oleh Polres Balangan. Dinkes Balangan langsung melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh, mencakup penyakit menular berisiko tinggi sebagai bagian dari prosedur tetap (Protap) penanganan kasus serupa.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Balangan, Juhriadi, mengungkapkan bahwa pemeriksaan meliputi rapid test Tuberkulosis (TBC), HIV/AIDS, hingga Hepatitis.
“Ini prosedur wajib. Hasil pemeriksaan bersifat rahasia dan hanya untuk kepentingan medis serta penyelidikan,” tegas Juhriadi dalam konferensi pers, Senin (22/12/2025).
Di balik riuh kasus asusila yang menyita perhatian publik, terungkap fakta kesehatan yang lebih mengkhawatirkan. Dinkes Balangan mencatat tren peningkatan signifikan kasus HIV/AIDS sejak 2023.
Total 53 warga Balangan dinyatakan positif HIV. Dari jumlah tersebut, sementara 40 orang lainnya masih menjalani terapi rutin Antiretroviral (ARV), dan 13 orang dinyatakan meninggal dunia.
Diketahui, kelompok usia produktif 25–40 tahun menjadi yang paling banyak terpapar. Menurut Juhriadi, penyebaran HIV tidak mengenal latar belakang status sosial.
“Kasus ditemukan jugapada kelompok Lelaki Suka Lelaki (LSL), ibu rumah tangga yang tertular pasangan, bahkan balita yang terinfeksi sejak lahir,” jelasnya.
Dinkes Ingatkan Bahaya Stigma: Fenomena Gunung Es
Menanggapi gelombang sentimen negatif dan penghakiman publik pasca viralnya kasus ini, Dinkes Balangan mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat menghentikan stigma terhadap pengidap HIV/AIDS.
Stigma, kata Juhriadi, justru memperparah kondisi karena membuat penderita takut memeriksakan diri.
“Jika stigma terus dibiarkan, kita hanya akan melihat puncak gunung es. Yang di bawah permukaan jauh lebih besar dan berbahaya,” ujarnya.
Ia menegaskan, momentum kasus ini seharusnya menjadi alarm kolektif bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran kesehatan.
“Deteksi dini, perilaku hidup sehat, dan empati adalah kunci utama pencegahan,” tambahnya.
Polisi Buru Penyebar Pertama Video Asusila
Sementara itu, Polres Balangan masih terus mendalami kasus video asusila sesama jenis yang viral sejak pertengahan Desember 2025. Selain mengamankan Fazar Bungas dan satu tersangka lainnya, polisi kini memfokuskan pengejaran terhadap pelaku utama penyebar pertama video.
Aksi penyebaran tersebut dinilai telah meresahkan masyarakat Bumi Sanggam, serta berpotensi menimbulkan dampak sosial yang lebih luas. Penyelidikan terus bergulir, baik dari aspek pidana, digital forensik, maupun dampak kesehatan masyarakat.
Editor: Sry


