Beranda Kalsel Kab Balangan Debit Air Naik Tajam, Dua Titik Sungai di Balangan Berstatus Siaga

Debit Air Naik Tajam, Dua Titik Sungai di Balangan Berstatus Siaga

92
0
Waspada - Terpantau aliran Sungai Lampihong Balangan, berada di level siaga, dengan angka ketinggian mencapai 3,3 meter. Senin (15/12/2205). Sumber Foto: MD

CakrawalaiNews.com, PARINGIN — Debit air di wilayah Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan.

Berdasarkan data Tinggi Muka Air (TMA) terbaru dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin, dua dari tiga titik pantauan resmi ditetapkan berstatus siaga, Senin (15/12/2025) pagi.

Peningkatan signifikan terjadi di Bendungan Pitap dengan TMA mencapai 9,4 meter, serta Sungai Balangan di Kecamatan Batumandi yang mencatat ketinggian 5,1 meter, jauh melampaui batas ambang normal 2,9 meter. Kondisi ini dihadapkan adanya potensi ancaman banjir, bagi wilayah hilir dan permukiman di bantaran sungai.

Sementara itu, Sungai Balangan di Kecamatan Lampihong berada pada status waspada dengan ketinggian air 3,3 meter, masih di bawah batas jagaan 5 meter. Saat pengukuran dilakukan, cuaca terpantau berawan, namun potensi hujan di wilayah hulu tetap menjadi faktor penentu perubahan kondisi air.

BPBD Ingatkan Ancaman Banjir Bisa Datang Mendadak

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Balangan, Rahmi, menegaskan bahwa kondisi TMA bersifat sangat dinamis dan dapat berubah cepat, terutama jika curah hujan tinggi terjadi di kawasan hulu.

“Status siaga bukan sekadar angka. Ini peringatan dini agar masyarakat dan pemerintah bersiap. Wilayah bantaran sungai harus meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika terjadi kenaikan air yang cepat,” tegasnya.

BPBD setempat juga meminta pemerintah desa, relawan kebencanaan, serta unsur terkait untuk memperkuat koordinasi, khususnya di wilayah Batumandi dan sekitar Bendungan Pitap.

Masyarakat juga diimbau membatasi aktivitas di sekitar aliran sungai saat hujan deras, dan menyiapkan langkah evakuasi dini apabila kondisi kian memburuk.

Dalam beberapa hari kedepan, diprediksi puncak musim hujan masih mengintai. Adanya peningkatan debit air ini menjadi sinyal kuat bahwa risiko bencana hidrometeorologi di Balangan masih tinggi, seiring potensi puncak musim hujan yang belum sepenuhnya terlewati.

Data TMA diharapkan menjadi rambu pengingat, terutama dalam meningkatkan kewaspadaan sejak dini, sehingga dampak banjir dapat ditekan seminimal mungkin.

Editor: Sry